Jumat, 25 Juni 2010

Korupsi Itu Tidak Cuma di Kalangan Pejabat


Banyak orang yang menyesalkan dengan pejabat Indonesia yang korupsi. Bentuk korupsinya banyak, otaknya makin pintar untuk mencari harta haram itu, kata orang. Orang bilang korupsi itu udah budaya laten.

Orang bilang negara kita jadi jatuh miskin begini karena para koruptor. Koruptor-koruptor kelas kakap yang nggak pernah diusut kasusnyalah biang kerok miskinnya negeri ini. Memang sih, saya juga setuju. Tapi di balik semua itu, gak mungkin pejabat-pejabat itu mulai korupsi gede-gedean kalau nggak terlatih sejak awal.

Maksudnya?
Mereka korupsi bukan karena keadaan, tapi memang terbiasa. Coba perhatikan lingkungan anak sekolah. Banyak yang nyontek? Bisa jadi mereka itu bibit-bibit tukang korupsi. Karena menurut artikel lama di Kompas, beberapa negara dengan kasus korupsi besar itu dikarenakan sewaktu mereka masih anak-anak suka menyontek.

Itu dari kalangan anak-anak, yang (bisa jadi) bibit koruptor. Sepertinya yang membuat anak-anak jadi bibit korupsi itu karena pendidikan di sekolah itu belum berjalan dengan baik. Gw pikir juga karena terlalu banyaknya beban pelajaran, padahal anak-anak masih butuh bermain..

*****

Orang bilang, koruptor itu bermula bukan dari rakyat kecil, tapi memang sudah kaya dan ingin lebih memperkaya dirinya.

Ah, jauh banget ngomong kayak gitu. Sekarang perhatikan diri Anda. Diri rakyat kecil. Yakinkah Anda bebas dari korupsi??

Pernahkah Anda mengendarai motor di trotoar?
Pernahkah Anda parkir di sembarang tempat yang bukan diperuntukkan sebagai tempat parkir?
Pernahkah Anda berjualan sesuatu di trotoar/bahu jalan?

Jika pernah, itu semua merupakan bentuk korupsi, bung!! Lah saya kan nggak ngambil uang rakyat? Kok korupsi? Lah, sekarang pertanyaan saya, apa sih definisi korupsi itu?

Korupsi itu bukan sekedar sesuatu haram yang terjadi di Senayan sana, bung!! Korupsi itu adalah mengambil sesuatu hal yang bukan hak Anda. Sama dong dengan mencuri? Lah emang iya.

Perhatikan dari tiga kasus di atas. Kita ambil yang paling mudah: Pernahkah Anda mengendarai motor di trotoar?
Trotoar itu fungsinya sebagai pemanja pejalan kaki. Haknya pejalan kaki. Maka dari itu, jika Anda pernah berjualan/mengendarai motor di trotoar, berarti Anda telah merampas hak pejalan kaki. Dan itu korupsi.

Sebenarnya masih banyaaak sekali bentuk korupsi "kecil-kecilan" lainnya. Misalnya apa ya? Tidur di kursi taman, berjualan di peron kereta, atau yang lainnya.

Jadi, menurut saya pantas saja jika mereka tidak begitu sejahtera. Hartanya saja tidak berkah. Bukannya saya mendiskriminasikan rakyat kecil juga. Tapi memang begitu kenyataannya toh??

*****

Sekarang ditinjau dari yang lain.

Hak cipta.

Pernahkah Anda menggunakan barang bajakan? Jika ya, sama saja dengan mencuri hak pembuat karya. Korupsi juga atas pajak yang seharusnya disalurkan kepada negara.

Jadi masih berpikir untuk menggunakan barang bajakan?

*****

Jadi jangan sesumbar kalau koruptor yang membuat bangsa kita miskin itu cuma ada di Senayan atau di Komdak sana. Tapi bisa jadi kita koruptor juga.
Dan jika kebiasaan seperti ini nggak dituntaskan, dari diri sendiri aja, kapan mau maju?

by Jaka haris mustafa

1 komentar:

  1. korupsi bnyk jenisnya bro..
    anak kecil sd memalak itu aja udh termasuk korupsi..
    bangsa ini akan hancur jika moral rakyatnya tdk terdidik..
    percuma dong pejabat negara yg berpendidikan tinggi, ternyata jd para koruptor..

    BalasHapus