Senin, 22 Agustus 2011
Batubara dan Siklus Korupsi di Sekitarnya
Minggu, 07 Agustus 2011
Alasan Gue Join Muda Ga Korup
Jumat, 26 November 2010
The 2nd Young Ideas Salon (YIS) and Indonesian Youth Festival (IYF)


Hai mudagakorup troops!!! We proudly present The 2nd Young Ideas Salon (YIS) and Indonesian Youth Festival (IYF) will be held on December 10th, 2010 in PPM School of Management, Building B, 8th floor, from 10 am to 5 pm.
IYF will be participated by subculture communities like AIESEC, Imajinasi Foundation, United Indonesia, UNKL347, Else Press, Jangan Marah Records, A Box, Fixie Bikers and of course... MUDAGAKORUP!!! We will have a cool n fun mudagakorup booth, to share our stories on anti-corruption. It's free but limited, so if you wanna join us, you can register in here: http://2ndyoungideassalonjakarta.eventbrite.com/
See ya guys!!!
Rabu, 11 Agustus 2010
Minggu, 08 Agustus 2010

We all live in a corrupted world, sadly. Just imagine if I go to “eat all we can eat “ Japanese shabu-shabu restaurant for Rp.100,000, I would go completely barbaric as if I haven’t eaten for the past week, perhaps I would sneak some fruits or cooked food and put it in a food container I have prepared from home. There is no English word that explains this habit of mine, or some others’, so let me use this phrase: aji mumpung. This is exactly the attitude of a lot of people in the power: greedy, and live as if there’s no tomorrow. What they are so concern about is me, myself, and I. So it’s a similar analogy with my all you can eat buffet. The country’s wealth and resources are their buffet and they feast their eyes and pocket. Who would know that they will be in the same position the next term or year?
As I’m writing about this, I begin to think what’s the difference between my Japanese shabu-shabu and the idea of corruption. Two examples have their victims and implications but only to an extent that I can only justify my own thought that eating like there’s no tomorrow is the rule that the restaurant gives- I can eat all I want and I pay for that. Whereas in the idea of governmental corruption is they are taking something that they don’t belong to. Another difference is by looking how many people are disadvantaged and treated unjustly by the actions?
So I’m not telling you that muda ga korup is impossible, it is very possible. But we have to remember that corruption is inevitable and some people could just go coo-coo when they see our vast forest, human resources, and mineral wealth. It could happen to private companies to even big government institutions. What we need is actually a stricter rule/law to deter corruption and to condemn corruptors. The whole objective is to make people think three or four times before actually doing it (corruption). Another way is to instill the sense of honesty in youth by emphasizing saying things like “they don’t belong to me” , hence they have the moral obligation to be a good citizen and people.
Well, if you like my previous analogy, let me give you another one. Supposed you are in the office where there is no control of stationery. There is a whole lot of buffet of pens, pencils, reams of paper and envelopes. Do you promise and swear to the gods you know and you don’t know that you will never ever take it home?
Nathania Regina
Kamis, 29 Juli 2010

Korupsi itu kalau menurut gue pinjem ga dibalikin atau minta tapi memaksa..tapi...
Sapa coba orang yang ga kenal korupsi????
Sapa juga di dunia ini yang ga pernah korupsi???tell me.....
Mau anak kecil, pelajar, dewasa, mahasiswa, orang tua, kakek-nenek, sapa ja pernah ko.
Akan tetapi KORUPSI kayak gimana sich yang pengen kita berantas?
aLL????
dari yang kecil mpe yang besar??????
Ehm......butuh berapa abad ya????
Tapi tetep....gw anti yang namanya KORUPSI yang merugikan semua orang........
sALAM KENAL
Akbar "Bob" B.P
Rabu, 28 Juli 2010
Langkah Pertama adalah Bertindak Jujur

Umur saya 27 tahun, masa ABG saya berada di masa transisi Pemerintahan
Soeharto dan Pemerintahan yang katanya reformis, itu mungkin salah
satu faktor yang membuat saya agak kritis terhadap kepemimpinan negeri
ini. Umur 27 bukanlah umur yang tua tapi bukan pula umur yang muda,
tapi saya adalah bagian dari ini “manusia-manusia indonesia yang anti
korupsi”.
Saya kerja di instansi yang di kenal karena ‘”gayus” nya, tapi syukur
saya bukan golongan dia sebelum atau sesudah reformasi perpajakan saya
tidak pernah ada di golongan itu, saya bersyukur karena memiliki
karakter ini
Ayah saya adalah seorang pegawai negeri yang masuk instansi “basah” di
zaman Orde Soeharto yakni BPKP, tapi alhamduliillah ayah saya
mencontohkan nilai2 anti korupsi kepada saya sejak kecil, Ayah saya
hanya punya sebuah rumah di kompleks kelas menengah (BTN istilah
didaerah ku), punya dua mobil sebuah mobil Toyota crown tahun1974
(dibeli tahun 1994, sekarang mobil tersebut siap2 pensiun) dan mobil
Suzuki alminity tahun 1994 (dibeli tahun 2008) , Ayah saya tidak punya
mobil mewah tapi selalu bangga dengan itu, karena dia tidak korupsi,
itu yang selalu dia bilang kepadaku.
Aku sendiri begitu SMP disekolahkan di Pesantren (pakai test) terus
masuk SMU Islam Swasta (pake test) , padahal jujur aku kepengen masuk
SMU Negeri tapi ayah bilang kalau masuk SMU negeri mesti nyogok,
mending nda usah!!. Kuliah aku sempat kuliah hukum, sebelum lulus di
STAN almamater yg sama dengan Ayahku dulu, pas penempatan saat teman2
lain grasak-grusuk urus supaya penempatan di kota, Bapakku justru
membiarkan aku, padahal direktur STAN saat itu adalah temannya, yang
bisa saja mengurus penempatanku, tapi bapak lagi-lagi bilang semua
yang dimulai dengan kecurangan tidak akan ada manfaatnya. Saat aku
penempatan dan jauh dari mereka, Ayah yang mengantar ku, aku tahu dia
menangis tapi dia tidak menyesal baginya dia mengajariku kejujuran.
Dengan Kejujuran, ayah mengajariku tentang pembuktian terbalik, semua
yang dia peroleh mesti adalah nafkah yang halal, jika keluarga kami
mendapat rezeki berlebih dalam bentuk materi maka Ayah “siap”
menerangkan dan mempertanggungjawabkannya di hadapan anak2nya. Baginya
tidak akan terbentuk sikap yang jujur dan anti korupsi jika kita
memberi nafkah dengan cara “haram”.
Mulai lah semuanya dengan yang baik maka hasilnya juga baik, generasi
muda yang ada sekarang mesti berjuang buat memutus penjajahan korupsi
di negeri ini, bukan buat dia tapi buat anak-anak nya kelak buat
generasi yang akan datang agar bangsa ini lebih baik.
Tulisan ini kudedikasikan buat Ayahku yang berulang tahun 4 Juli nanti
dan telah memasuki masa pensiunnya, meminjam istilah Andrea Hirata,
Ayahku ayah nomor satu di dunia :)
Jumat, 16 Juli 2010
Senin, 05 Juli 2010
Korupsi Indonesia di mata pengusaha Arab Saudi
Sulit, itu mungkin adalah kata kata yang paling awal terucap, apa bila ada yang bertanya tentang “apakah Indonesia bisa bebas dari belenggu korupsi. Bisa aja sih sebenernya Indonesia bebas dari korupsi asaaalll,orangnya gmn dulu…hahahaha, ngomongin orang suka malu gw.you know lahh orang orang d Indonesia itu pada munafik(uppss,ga semua yaa). Lihat aja pahlawan kesiangan kita, POLISI. Bapak bapak polisi itu sebenernya baik, tappiii yaa suka ada aja yang iseng. Satu lagi yang bener “ngenes yaitu adalah SDM. Kenapa gue bisa bilang sdm adalah salah satu sumber perbuatan korupsi, karena setelah melakukan berbagai macam riset biasanya para orang tua membiasakan anaknya untuk melakukan korupsi kecil kecilan. Contoh, si mamih ngajarin anaknya supaya bilang ke papihnya kalo dia mw liburan padahal si mamih yang emank “napsu” banget liburan. Ironis kan cuyyy…Di sini gue mau ngomongin tentang “SDM bisa di katakan sebagai faktor terjadinya tindak korupsi”. PD banget ya gue ngomongnya sotoi gini..hehehehe..SDM atau SUMBER DAYA MANUSIA menjadi momok akan kebodohan yang sering disebut sebut orang tentang Indonesia. Ada aja yang bilang “SDM di Indonesia tuh kurang,bla bla bla…….” Tapi yang ngomong ga coba buat ngebangun SDM tersebut…cape dehhh dengernya. Orang Indonesia tuh jenius jenius loh, lihat aje ibu Sri Mulyani sampe d tarik sama bang dunia buat menjabat di sana dan Indonesia, ngelepasin gitu aja..huufff…ada lagi pak Habibie yang lebih memilih tinggal di Jerman dari pada di Indonesia. Asal kamu kamu tau nih ya, pak habibie itu di jerman sangat di hormati gak kayak di negaranya sendiri.sedih kan??? Ya apa mau di kata, semuanya udah terjadi. Initinya dari semua itu adalah peduli antar sesame, bukannya uang untuk yang seharusnya malah di korupsi.
Gue ada satu cerita yang gue alami pribadi waktu mau berangkat umrah. Waktu itu kebetulan naik pesawat yang bisnis class gitu(ga ada maksud sombong ya,hehehe) dan gue ga sengaja duduk sebelahan sama orang Arab asli. Belum take off aja itu orang arab ngajak ngobrol gitu. Pertama sih pake bahasa Arab gitu tapi yak karena emang ga bisa bahasa arab ya gue ajak ngomong sunda, eh Ingris maksudnya. Udah lah kita ngobrol ngobrol panjang. Segala macem kita obrolin dari keluarga sampai Negara masing masing. Dan akhirnya dia cerita kalo dia pengusaha besar di Negara dan dia punya keluarga lama di Garut. Dia cerita kalo dia sering di minta dana sama masyarakat setempat buat bikin mushola. Gak tanggung tuh masyrakat minta dana yang kalo di sikron sama logika ga masuk abiss. Masa buat mushola yang cuma kapasitas beberapa puluh orang mereka minta dan sampai belasan ribu dollar US ke orang Arab itu. Kan ga lucu, untungnya si MR(gue manggilnya pake MR.hehehe) ini orang bisnis jadi tau mana yang bener mana yang bohong. Ga di kasih lah itu uangnya. Sebagai orang indonesia malu donk gue, masa buat tempat peribadahan sampe di korupsi juga. Tapi dia bilang kalo korupsi itu ga Cuma di indonesia kok, dan ternyata Negara se KAYA Saudi Arabia juga ngelakuin tindak korupsi dan yang ngelakuinnya adalah Rajanya sendiri. Dia kasih contoh, misalnya pendapatan minyak 10.000 barrel, nah di sini sang raja motong setengah bagian dari pendapatan minyak itu untuk dia sendiri dan bukan untuk rakyat(mungkin gara gara rakyatnya udah pada kaya kali ya.hehe). kaget gak tuh, di mana Negara seperti Arab juga ada tindak korupsi juga. Jadi kalo mw di lihat lagi, seharusnya dari awal atau bisa di bilang sedari kecil dan mumpung muda(yang udah tua, jangan mau kalah ya.hehehe) seharusnya kita udah di ajarin JUJUR supaya kedepannya ga ada perilaku korupsi yang nyangkut pas emank kita udah bergelut sama yang namanya pekerjaan sama uang.
So anak anak muda(termasuk yang tua ya) supaya belajar dari sekarang buat ga melakukan tindak korupsi kecil kecilan, nanti pasti bisa jadi gede kalo dari muda di biasain buat korupsi. Pokonya JUJUR bos, jujur itu kunci kesuksesan karena bisa di percaya sama orang lain.
By Arief Rachman, Universitas Moestopo
Sabtu, 03 Juli 2010
Kamis, 01 Juli 2010
Pernah dengar tentang Free Rider?
Jadi di kampus gue, free rider itu sebutan buat orang2 yang g ikutan ngerjain tugas kelompok, tapi namanya tetap dicantumin di makalah. Gue pernah di free rider-in dan itu rasanya g enaaak bgt. Tugas itu lo kerjain semalam suntuk, tapi nilai lo dan si free rider sama rata, padahal g sama rasa. Lo begadang, dia tiduran. Lo muter otak, dia muter di mall. Kesel? Pasti..Selasa, 29 Juni 2010
Generasi Jujur!
Waktu gue ke Jogja pada saat liburan, gue menyempatkan diri mengunjungi pakde gue di daerah Bantul. Rumahnya terbilang masih di daerah desa. Gue seneng banget ke rumah pakde gue. Biasanya, setiap malem, gue sama pakde gue pasti ngobrol, dan kebanyakan ngobrol seputar dunia pendidikan, ya maklumlah, dia itu kepala sekolah SMP di desa itu. Dan, bener, pakde gue mulai nyamperin gue, dan memulai percakapan. Suaranya yg tenang dan berwibawa mulai ngomong,“Berapa yang ndak lulus di sekolah kamu sel?”
“Ada 3 pakde”
“Ooohh.. Tahun ini, Jogja bener” terpukul. Persentase kelulusan dikit sekali. Peringkatnya hanya beda 2 di atas NTT..”
“Kok bisa pakde?”
“Yaaah, saya kira karena TINGKAT KEJUJURAN SISWA SEKARANG LEBIH TINGGI dibanding tahun lalu. Kalau tahun lalu banyak sekali yg memakai contekan di mana”. Kalau saya lihat tahun ini, semuanya bersih. Yah, nggak apa” lah, nilainya agak kecil, yang penting JUJUR”
Percakapan yang bener” singkat itu ngebuat gue speachless beneran. Pakde gue, dengan suaranya yg tenang itu, yakin banget kalo generasi anak muda sekarang SUDAH MEMULAI MEMBUKA DIRI UNTUK JUJUR. Guecuma bisa tersenyum, dan berkata amiin...
Tapi, parah juga kalo ga lulus, tapi jujur... Jadi kita harus gimana? JUJUR tapi GA LULUS, atau GA JUJUR tapi LULUS.. Pasti banyak yg milih pilihan kedua.. Yah, mau gimana lagi? Hidup kita emang kayak udah terukur oleh angka (nilai, harta kekayaan).
Tapi gue yakin, suatu saat nanti bakal ada pilihan JUJUR dan LULUS. Kalo kita mulai sekarang untuk mengajarkan kepada siapapun dari kecil untuk JUJUR, pada saat remaja dia pasti akan menjadi PEMUDA GA KORUP, dan pada masa dewasa nanti akan jadi PEMIMPIN YANG BAIK.
By Gisella Anindita
Apa yang salah dengan Indonesia?
Apa yang salah ya dengan keadaan Indonesia sekarang? Sampai-sampai semua hal bisa d jadikan lapangan pekerjaan bagi korupsi.Tapi, mungkin tanpa kita sadari korupsi itu sudah menjadi bagian dari kegiatan kita sehari-hari. Kita mengganggap hal-hal kecil seperti, membuang sampah sembarangan, nyontek waktu ulangan, nyerobat antrian, tidak mematuhi pertauran lalu lintas itu sebagi hal yang biasa, hal yang kalau pun merugikan orang juga paling sedikit lah.
Padahal, katakanlah kita berada di posisi orang-orang yang d serobot antriannya atau yang di contek ulangannya, kita baru akan sadar bahwa melanggar hak orang lain atau membiarkan ornag lain menanggung sesuatu yang kita lakukan adalah hal yang benar-benar merugikan. Maka, ingatlah bahwa ‘Kebebasan kita melakukan sesuatu dibatasi oleh kebebasan orang lain.’.
Ada ungkapan yang menyatakan bahwa ‘Rakyat adalah cerminan dari suatu bangsa.’ Dan miris ketika melihat bangsa kita sendiri memiliki keadaan dimana rakyatnya hidup di garis kemiskinan sedangkan para pemimpinnya hidup mewah.
Sudah banyak langkah yang dilakukan demi menghilangkan praktek korupsi, tapi tetap saja di Indonesia selama memiliki kekuasaan dan uang maka semua hal bisa di selesaikan lewat jalan tol.
Guys, mungkin kita tidak lagi bisa mengandalkan para pemimpin negeri ini dalam hal mengatasi pemberantasan korupsi. Mungkin sekarang saatnya kita para generasi muda ga korup menjadi penggerak dan menjadi contoh bagi banyak ornag dan kalangan masyarakat bahwa semua sector kehidupan kita akan jauh lebih baik dan lebih bermakna ketika kita bisa menghormati orang lain dan tidak merampas apa yang buak merupakan hak kita.
by Dinda, SMA Negeri 82
Jumat, 25 Juni 2010
Dari data 2009, ternyata...,

Indonesia mendapatkan prngkat 111( dr 180 neg) dlm neg tdk TERKORUP di dunia setelah mesir pdhl di indonesia pendduk mayoritas islam.sedngkan pringkat 1-21 ditmpti oleh neg myoritas non-muslim.
Subhanallahh.
...dgn data di atas seharsnya kita mulai berfikir kdepan bgmn nasib negara ini jika tidak kita bnahi dr skrg.
mulai dr hal kecil aja,dari hal kecil tsb qta akan bs melakukan hal yg bsar..
By Aditya Brahma
Semua orang mancanegara tau kalau tingkat nilai korupsi negara Indonesia kini tinggi, tapi beri tahu SELURUH manusia didunia ini kalau generasi muda Indonesia 10 tahun kedepan mendobrak tingkat korupsi sampai 0 persen!Siapa yang merasa pemuda dari sekarang bangun jati diri tanpa korupsi.
By Aviriga Septa Kartaka Loka, SMAN 61 Jakarta
Korupsi Itu Tidak Cuma di Kalangan Pejabat

Banyak orang yang menyesalkan dengan pejabat Indonesia yang korupsi. Bentuk korupsinya banyak, otaknya makin pintar untuk mencari harta haram itu, kata orang. Orang bilang korupsi itu udah budaya laten.
Orang bilang negara kita jadi jatuh miskin begini karena para koruptor. Koruptor-koruptor kelas kakap yang nggak pernah diusut kasusnyalah biang kerok miskinnya negeri ini. Memang sih, saya juga setuju. Tapi di balik semua itu, gak mungkin pejabat-pejabat itu mulai korupsi gede-gedean kalau nggak terlatih sejak awal.
Maksudnya?
Mereka korupsi bukan karena keadaan, tapi memang terbiasa. Coba perhatikan lingkungan anak sekolah. Banyak yang nyontek? Bisa jadi mereka itu bibit-bibit tukang korupsi. Karena menurut artikel lama di Kompas, beberapa negara dengan kasus korupsi besar itu dikarenakan sewaktu mereka masih anak-anak suka menyontek.
Itu dari kalangan anak-anak, yang (bisa jadi) bibit koruptor. Sepertinya yang membuat anak-anak jadi bibit korupsi itu karena pendidikan di sekolah itu belum berjalan dengan baik. Gw pikir juga karena terlalu banyaknya beban pelajaran, padahal anak-anak masih butuh bermain..
*****
Orang bilang, koruptor itu bermula bukan dari rakyat kecil, tapi memang sudah kaya dan ingin lebih memperkaya dirinya.
Ah, jauh banget ngomong kayak gitu. Sekarang perhatikan diri Anda. Diri rakyat kecil. Yakinkah Anda bebas dari korupsi??
Pernahkah Anda mengendarai motor di trotoar?
Pernahkah Anda parkir di sembarang tempat yang bukan diperuntukkan sebagai tempat parkir?
Pernahkah Anda berjualan sesuatu di trotoar/bahu jalan?
Jika pernah, itu semua merupakan bentuk korupsi, bung!! Lah saya kan nggak ngambil uang rakyat? Kok korupsi? Lah, sekarang pertanyaan saya, apa sih definisi korupsi itu?
Korupsi itu bukan sekedar sesuatu haram yang terjadi di Senayan sana, bung!! Korupsi itu adalah mengambil sesuatu hal yang bukan hak Anda. Sama dong dengan mencuri? Lah emang iya.
Perhatikan dari tiga kasus di atas. Kita ambil yang paling mudah: Pernahkah Anda mengendarai motor di trotoar?
Trotoar itu fungsinya sebagai pemanja pejalan kaki. Haknya pejalan kaki. Maka dari itu, jika Anda pernah berjualan/mengendarai motor di trotoar, berarti Anda telah merampas hak pejalan kaki. Dan itu korupsi.
Sebenarnya masih banyaaak sekali bentuk korupsi "kecil-kecilan" lainnya. Misalnya apa ya? Tidur di kursi taman, berjualan di peron kereta, atau yang lainnya.
Jadi, menurut saya pantas saja jika mereka tidak begitu sejahtera. Hartanya saja tidak berkah. Bukannya saya mendiskriminasikan rakyat kecil juga. Tapi memang begitu kenyataannya toh??
*****
Sekarang ditinjau dari yang lain.
Hak cipta.
Pernahkah Anda menggunakan barang bajakan? Jika ya, sama saja dengan mencuri hak pembuat karya. Korupsi juga atas pajak yang seharusnya disalurkan kepada negara.
Jadi masih berpikir untuk menggunakan barang bajakan?
*****
Jadi jangan sesumbar kalau koruptor yang membuat bangsa kita miskin itu cuma ada di Senayan atau di Komdak sana. Tapi bisa jadi kita koruptor juga.
Dan jika kebiasaan seperti ini nggak dituntaskan, dari diri sendiri aja, kapan mau maju?
by Jaka haris mustafa
Minggu, 20 Juni 2010
Proud to be Freak

Wah awalnya seru banget. Tmn2 di twitter ikutan excited dari cm retweet smp ikutan ngepost di @mudagakorup, bhkan ada suatu malam rasanya timeline gw mbuat satu trending topic sendiri ttg korupsi. \(´▽`)/
Tp hal itu ga bertahan lama, hari2 berikutnya mudagakorup krg laku. Tenggelam dg mencuatnya heboh video para artis dan animo masyarakat terhadap piala dunia. Walaupun gw yakin agent YouthLab ttp ngepost status2 ttg korupsi. :)
Sampai beberapa waktu yg lalu seorang teman bertanya: "lo ngapain sih ngepost status korupsi2 gt? Freak deh. Haha"
WOW. Gw bangga sekaligus heran. Kenapa bangga? Karena berarti dia aware dg status2 anti-korupsi gw.Yang gw herankan adalah apkh status itu bgitu mengganggu sehingga dibilang freak? Apakah ngingetin temen sendiri biar ga korupsi itu adalah hal yang buruk?
Then WHY do I (SHOULD) care about this (little-thing-called) corruption?!
Dari awal gw berubah status dari siswa menjadi MAHAsiswa, Gw langsung diajarkan tentang peran dan fungsi mahasiswa: Iron stock, moral force, dan agent of change. Yang selalu menjadi pertanyaan gw adalah, sudahkah kita (gw dan mahasiswa lain) melakukan gerakan nyata untuk mewujudkannya? Atau itu hanyalah retorika belaka?
Nah, buat gw, salah satu cara melaksanakan peran dan fungsi gw sbg mahasiswa ya dengan menyuarakan gerakan anti korupsi dikalangan pemuda :)
So if you call me freako because I care to Stop the Corruption chain, then I'm proud to be freak! :p
